Need an account?

Forgot password?
Laa

Ketahuilah, bahwa lâ nafi itu me-nashab-kan isim nakirah (tidak me-nashab-kan isim ma'rifat) tanpa tanwin (dengan syarat):

  1. bilamana lâ bertemu dengan isim nakirah (menjadi isim lâ) dan lafazh lâ tidak berulang-ulang.

    Contoh:

    = tiada seorang laki-laki pun di dalam rumah.

    Maksudnya: Tiada seorang laki-laki pun (meniadakan sama sekali); namanya Lâ linafyil jinsi. Jadi mafhum-nya:

  2. Kalau lâ itu tidak bertemu dengan isim nakirah, maka diwajibkan rafa' (sebab isim nakirah menjadi mubtada yang diakhirkan) dan lâ-nya wajib berulang-ulang, seperti dalam contoh: (di dalam rumah itu tidak ada laki-laki dan tidak ada pula wanita).

    yang 'amal-nya demikian itu, tidak meniadakan sama sekali.

  3. Kalau lâ itu berulang-ulang (serta bertemu dengan isim nakirah), maka dibolehkan mengamalkan lâ (yaitu me-nashab-kan isim nakirah) dan boleh pula membiarkannya (yakni, tidak me-nashab-kan isim nakirah).

Apabila kamu menghendaki, katakanlah (di dalam rumah itu tidak ada laki-laki dan tidak ada pula wanita); dan apabila kamu menghendaki, boleh kamu katakan (dengan memakai harakat dhammah pada lafazh rajulun dan imra'atun-nya).

Kalau lafazh dan di-nashab-kan, maka menjadi isim lâ yang beramal; dan kalau Iafazh di-rafa'-kan, maka menjadi mubtada dan lafazh sebagai khabar-nya, sedangkan lafazh lâ-nya di-ilgha-kan atau dibiarkan dan lafazh di-'athaf-kan kepada

Kata nazhim:

Hukum (ketentuan) lâ sama dengan ketentuan inna dalam hal mengamalkannya, maka nashab-kanlah dengan lâ bila isim nakirah bertemu dengannya. Tetapi bilamana lâ berulang-ulang, maka kamu harus memberlakukan huruf lâ, demikian pula dalam hal mengamalkan atau meng-ilgha-kannya.

Berdasarkan ketentuan tersebut, maka kalimat tersebut boleh dibaca:

  1. lâ beramal
  2. dengan meng-ilgha-kan
  3. beramal sebagian, dan
  4. di-ilgha-kan sebagian
Cara Cepat Menyembuhkan Luka Tautan
masih berjuang mengingat email
truk tambang biasa dan mobil dump truck gitu ternyata beda lho gan - Tautan

Today's Quote
""Diam adalah suatu kebijaksanaan, tetapi sedikit benar orang yang berbuat demikian." (HR Baihaqy)"