Need an account?

Forgot password?
Taukid

Arti Taukid

Tabi' (lafazh yang mengikuti) yang berfungsi untuk melenyapkan anggapan lain yang berkaitan dengan lafazh yang di-taukid-kan.

Contoh:

= Zaid telah datang sendiri.

Lafazh berkedudukan sebagai taukid yang mengukuhkan makna Zaidun, sebab kalau tidak memakai , maka ada kemungkinan yang datang itu utusan Zaid, bukan Zaid-nya, dan sebagainya.

Taukid itu mengikuti kepada lafazh yang di-taukid-kan dalam hal rafa', nashab, khafadh dan ta'rif (ke-ma'rifat-an) nya.

Taukid itu dengan memakai lafazh-lafazh yang telah ditentukan, yaitu:

  1. Lafazh nafsu (diri), seperti dalam contoh: (Zaid telah datang sendiri)
  2. Lafazh 'ain (diri), seperti dalam contoh: (Zaid telah datang sendiri)
  3. Lafazh kullu (semua), seperti dalam contoh: (kaum itu telah datang semuanya)
  4. Lafazh ajma'u (seluruh), seperti dalam contoh: (kaum itu telah datang seluruhnya)
  5. Lafazh yang mengikuti ajma'u, yaitu: akta'u, abta'u, absha'u (maknanya sama dengan ajma'u atau ajma'în), seperti dalam contoh berikut:

Faedah memakai lafazh-lafazh itu ialah, untuk menambah maksud taukid saja agar tidak diragukan.

Seperti perkataan:

= Zaid telah berdiri sendiri;

= aku telah melihat kaum itu semuanya;

= aku telah bersua dengan seluruh kaum itu.

Kata Nazhim:

Boleh pada isim dikukuhkan dan lafazh yang mengukuhkan harus mengikuti lafazh yang dikukuhkannya dalam semua bentuk i'rab dan ta'rif (ma'rifat)nya, tidak di-nakirah-kan karena ia terbebas dari lafazh yang mengukuhkan.

Lafazh taukid yang terkenal ada empat, yaitu: nafsu, 'ain, kullu dan ajma'u.

Selain lafazh itu adalah mengikuti ajma'u, yaitu akta'u, abta'u, dan absha'u,

Cara Cepat Menyembuhkan Luka Tautan
masih berjuang mengingat email
truk tambang biasa dan mobil dump truck gitu ternyata beda lho gan - Tautan

Today's Quote
""Diam adalah suatu kebijaksanaan, tetapi sedikit benar orang yang berbuat demikian." (HR Baihaqy)"