Need an account?

Forgot password?
Majaz 'aqli

Arti Majaz 'Aqli, ialah mengisnadkan fi'il atau syibihnya, isim fa'il dan sebagainya yang bisa beramal seperti amal fi'ilnya, diisnadkan kepada mulabasnya yang bukan sebenarnya, yaitu fi'il mabni fa'il, seperti: bukan kepada mulabas yang seharusnya, ialah fa'il, melainkan kepada maf'ulnya dan fi'il mabni maf'ul bukan kepada naib fa'ilnya, seperti . Arti asalnya: pakaian yang memakainya. Padahal maksudnya: pakaian yang dipakai.

arti asalnya: Siangnya yang berpuasa. Padahal maksudnya: pada siang harinya dia berpuasa. Asalnya: ,

Contoh lainnya: arti asalnya: penghidupan yang suka. Maksudnya: Penghidupan yang disukai.


Artinya: "Adapun yang kedua. (yaitu majaz aqli), ialah diisnadkan fi'il dan syibihnya kepada mulabasnya (ma'mulnya) yang bukan seharusnya diisnadkan kepadanya (yaitu fi'il bukan diisnadkan kepada fa'il, melainkan kepada maf'ulnya), seperti: = Pakaian yang memakai. Maksudnya: pakaian yang dipakai.

  1. Contoh dari isim fa'il: asalnya: , lalu diisnadkan kepada maf'ulnya tanpa prosedur yang biasa, jadi = , lalu diubah dari fi'il itu diganti dengan isim fa'ilnya, yaitu dan maf'ulnya didahulukan, jadi = ; asalnya: , lalu diisnadkan fi'il mabni fa'il itu kepada maf'ulnya tanpa prosedur yang biasa, jadi: . Sistim inilah yang dikatakan : majaz. Lalu diubah dari diganti dengan isim fa'ilnya, lalu diisnadkan kepada dhamir jadi .
  2. Contoh dari isim maf'ul: = Banjir yang dipenuhkan/dilimpahkan. Asalnya: = Telah memenuhi banjir itu kepada tanah lembah. Lalu diisnadkan fi'il itu kepada maf'ulnya, jadi: lalu dibuang fa'ilnya dan diganti dengan maf'ulnya, jadi: . Inilah yang disebut: majaz. Lalu diganti dengan isim maf'ulnya = , lalu diisnadkan isim maf'ul itu kepada dhamir maf'ulnya, jadi = .
  3. Contoh dari masdar: telah sungguh-sungguh kebesarannya. Asalnya: = telah sungguh-sungguh laki-laki itu pada kebesarannya. Lalu dibuang fa'ilnya, jadi . Inilah majaznya, sebab maksudnya: sungguh-sungguh kebesarannya.
  4. Contoh dari isim zaman: = Siangnya berpuasa. Asalnya: , lalu dibuang fa'ilnya, jadi = majaznya. Lalu diganti dengan isim fa'ilnya serta memakai dhamir dan dijadikan khabar dari isim zaman itu, jadi: = Siangnya yang berpuasa; padahal yang berpuasa itu orang.
  5. Contoh dari isim makan, seperti: = Sungai yang mengalir. Asalnya: , lalu dibuang fa'ilnya, jadi = majaznya. Lalu diganti fi'il madhi oleh isim fa'ilnya serta menyimpan dhamir dan dijadikan khabar dari isim makan itu, jadi: , sebab yang mengalir itu air, bukan sungainya.
  6. Contoh dari sebab, seperti: = Telah mendirikan pemerintah akan sekolah. Asalnya: = Telah mendirikan para pegawai akan sekolah dengan sebab perintah pemerintah. Lalu diisnadkan pekerjaan itu kepada pemerintah, jadi: = Ini majaz.
  7. Majaz Aqly itu berlaku pula pada nisbah idhafy, seperti: = Telah menakjubkan menjadikannya musim penghujan itu akan sayuran. Padahal yang menjadikannya adalah Allah dengan sebab hujan dsb.
  8. Pada Nisbah Iqa'iyan (kejadian), seperti: = Janganlah kamu sekalian mentaati perintah orang-orang yang berlebihan. Maksudnya: Jangan mentaati orang-orang yang berlebih-berlebihan.

Artinya: "Adapun pembagian majaz itu dengan menghitung kedua macam (makna hakekat dan majaz) dalam kedua juznya (musnad dan musnad ilaihnya), ada 4 macam tanpa kesulitan".

Contoh-contohnya:

  1. Kedua juznya dengan makna hakekat, seperti: = Telah menumbuhkan musim penghijau akan sayur-sayuran.
  2. Kedua juznya dengan makna majaz, seperti: = Telah menyuburkan kepada tanah itu penggantian zaman/penggantian zaman itu telah menyuburkan tanah. Arti di sini majaz. sebab arti asalnya menghidupkan. Dan asal arti kemudian zaman, sedangkan maksudnya = penggantian zaman.
  3. Musnad ilaih dengan arti hakekat, musnadnya dengan arti majaz, seperti: = Musim hujan itu telah menyuburkan tanah. Musnad ilaihnya lafazh , musnadnya lafazh
  4. Musnad ilaih dengan arti majaz, musnadnya dengan arti hakekat, seperti: = Telah menumbuhkan kepada sayur-sayuran itu penggantian zaman. Musnad ilaihnya lafazh , musnadnya .
  1. Atau seperti firman Allah: Artinya: "Dan bila dibacakan ayat-ayat Allah kepada mereka, maka ayat-ayat itu menambah keimanan mereka". Padahal Allah yang menambah iman mereka dengan sebab mendengar ayat.
  2. = Dia Fir'aun membunuh anak-anak kaum itu. Padahal yang membunuh para algojonya atas perintah Fir'aun.
  3. = Pada hari menjadikan anak-anak beruban (yaitu kiamat). Padahal keadaan hari itu hanya menjadi sebab beruban, sebab orang-orang mendapat kesusahan yang maha hebat.
  4. = Wahai Haman! dirikanlah untukku mahligai. Padahal yang mendirikan mahligai itu pegawai-pegawainya atas perintah Haman.


Artinya: "(Bagi kalimat majaz aqli itu) wajib memakai qarinah (yang menunjukkan kepada tujuan yang sebenarnya), entah dengan karinah lafzhiyah atau ma'nawiyah atau karinah menurut adat".

  1. Contoh qarinah lafzhi, seperti: Artinya: "Telah menjadikan uban di kepalaku berturut-turutnya kesusahan dan keprihatinan, tetapi Allah mengerjakan apa yang Ia kehendaki". Lafazh, qarinah lafzhiyah.
  2. Contoh qarinah ma'nawiyah, seperti: = kecintaan padamu telah mendatangkan aku padamu. Qarinahnya: mustahil mendatangi kekasih oleh kecintaan, melainkan oleh kakinya.
  3. Contoh qarinah 'adiyah = Telah menewaskan komandan itu kepada pasukan musuh. Qarinahnya: mustahil menurut adat, seorang diri komandan mampu menewaskan musuh, melainkan oleh pasukannya atas perintah komandannya. Atau seperti lafazh: yang diucapkan oleh yang bertauhid, sebab dia ber'itikad bahwa yang menjadikan sayur-sayuran itu hanya Allah dengan sebab adanya hujan.
Cara Cepat Menyembuhkan Luka Tautan
masih berjuang mengingat email
truk tambang biasa dan mobil dump truck gitu ternyata beda lho gan - Tautan

Today's Quote
""Diam adalah suatu kebijaksanaan, tetapi sedikit benar orang yang berbuat demikian." (HR Baihaqy)"