Need an account?

Forgot password?
Adab dan Fadhilah Wudhu II
Sambungan dari Adab dan Fadhilah Wudhu

10. Melanjutkan sampai ke ghurrah dan tahjil: melanjutkan sampai ke ghurrah adalah dengan membasuh bagian luar muka yang wajib dibasuh dari semua sudutnya. Tujuannya adalah untuk membasuh leher bersama dengan bagian depan kepala.

Adapun melanjutkan sampai ke tahjil adalah dengan membasuh bagian yang lebih dari kadar yang wajib, pada waktu membasuh kedua tangan dan kedua kaki dari semua sudutnya. Tujuannya adalah untuk meratakan basuhan pada anggota lengan dan pada kedua betis.

Amalan ini disunnahkan menurut pendapat jumhur ulama, karena terdapat sebuah hadits dalam ash-Shahihain yang artinya, “Sesungguhnya umatku akan di-panggil pada Hari Akhir nanti dalam ke-adaan bersih muka, kedua tangan, dan kedua kakinya, karena pengaruh wudhu-nya. Oleh sebab itu, barangsiapa di antara kamu mampu melanjutkan hingga ke ghurrahnya, maka lakukanlah."

Dan hadits riwayat Muslim,



“Kamu adalah orang yang bersih muka, kedua tangan, dan kedua kaki pada hari kiamat karena wudhu yang sempurna. Maka barangsiapa di antara kamu yang mampu melanjutkan membasuh ghurrah dan tahjilnya (maka lakukanlah)."

Ulama madzhab Maliki berpendapat bahwa tidak disunnahkan melanjutkan sampai ke ghurrah, yaitu melebihi dari basuhan anggota-anggota wudhu selain bagian yang difardhukan, malahan ia dimakruhkan karena ia dianggap sebagai amalan yang berlebihan dalam masalah agama. Akan tetapi, disunnahkan untuk mengekalkan thaharah dan juga memperbaruinya. Tindakan demikian dinamakan juga sebagai "melanjutkan ghurrah," seperti yang telah ditunjukkan oleh hadits yang telah disebutkan.

Mereka menegaskan bahwa perbuatan melanjutkan tersebut berarti berterusan dan ghurrah pula berarti wudhu. Ringkasnya, melanjutkan sampai ke ghurrah mempunyai dua makna, yaitu melebihi tempat membasuh dan mengekalkan (selalu menjaga) wudhu. Perbuatan yang pertama dimakruhkan, sementara makna yang kedua adalah dianjurkan. Ini adalah menurut pendapat mereka.

11. Tidak mengeringkan air wudhu dengan usapan tangan atau handuk atau dengan yang lain. Ini menurut pendapat ulama madzhab Hanafi dan Hambali. Pendapat ini juga merupakan pendapat yang ashah di kalangan ulama madzhab Syafi’i. Tujuannya adalah untuk mengekalkan bekas ibadah. Dalam satu riwayat diceritakan bahwa ketika Rasul saw. selesai mandi junub kemudian Maimunah memberinya sapu tangan, namun Rasul menolak sambil bersabda berkaitan air (mandi tersebut), "Beginilah," sambil dikibaskannya.

Ulama madzhab Maliki mengatakan bahwa mengelap air dengan sapu tangan adalah dibolehkan, karena terdapat hadits yang diriwayatkan Qais bin Sa’ad, dia berkata, "kami telah diziarahi oleh Rasulullah saw. di rumah kami. Lalu Sa`ad seseorang agar memberikan kepada Rasulullah. Lalu deberikanlah air itu kepada Rasul, dan kemudian beliau mandi. Kemudian diberikanlah kepada Rasul sehelai kain selimut yang dicelup dengan za`faran atau waras, lalu Rasul berselimut dengannya."

Menurut pendapat ulama madzhab Hambali, boleh bagi orang yang bersuci untuk mengeringkan anggotanya, tetapi membiarkannya merupakan perbuatan yang lebih afdhal. ini adalah pendapat rajih. 

12. Tidak mengibaskan air (yang ada pada anggota wudhu). Pendapat ini menurut pendapat ashah dikalangan ulama madzhab syafi`i dan juga Hambali. Sebagian ulama madzhab Hambali mengatakan bahwa tindakan itu adalah makhruh. Adapun menurut ulama madzhab Syafi`i, ia bertentangan dengan amalan yang lebih diutamakan. Hal ini karena terdapat hadist yang diriwayatkan oleh oleh Abu Hurairah, "Apabila kamu berwudhu, maka janganlah kamu kibaskan air whudu yang terdapat pada tanganmu. Karena, ia merupakan kipas setan.

tetapi menurut pendapat yang azhhar dikalangan ulama madzhab Hambali, ia tidak makruh. pendapat ini merupakan pendapat yang sesuai dengan pendapat tiga imam madzhab yang lain.

13. Menghemat penggunaan air pada semua anggota wudhu. Hal ini, pemborosan dalam penggunaan air adalah makruh.



Cara Cepat Menyembuhkan Luka Tautan
masih berjuang mengingat email
truk tambang biasa dan mobil dump truck gitu ternyata beda lho gan - Tautan

Today's Quote
""Diam adalah suatu kebijaksanaan, tetapi sedikit benar orang yang berbuat demikian." (HR Baihaqy)"