Need an account?

Forgot password?
Ulah Seorang yang Kikir
 

Seorang yang terkenal kikir mempekerjakan seorang pembelah kayu dengan upah yang telah disepakati bersama.
Kemudian sang kikir merasa bahwa upah tersebut terlalu tinggi sehingga dia berusaha untuk menguranginya.
Setiap kali si pembelah kayu mengayunkan kapaknya, sang kikir berteriak, "Hoa...!"
Setelah pekerjaan selesai, sang kikir menyerahkan separo dari upahnya dengan alasan bahwa dia juga membantu pekerjaan
dengan teriakan-teriakannya itu. Pantas saja si pembelah kayu tidak dapat menerimanya.

Dia mengadukan perkara itu kepada hakim. Hakim yang cerdik dan adil minta seluruh upah untuk dibagi.
Uang tersebut satu persatu diletakkan di atas meja sambil berkata, "Uang ini untuk pembelah kayu dan suara gemerincingnya untuk sang pemberi upah."
Sang hakim melakukan hal itu sampai selesai dengan menyerahkan seluruh uangnya kepada si pembelah kayu,
sedang suara gemerincingnya seluruhnya buat si kikir.

Cara Cepat Menyembuhkan Luka Tautan
masih berjuang mengingat email
truk tambang biasa dan mobil dump truck gitu ternyata beda lho gan - Tautan

Today's Quote
""Diam adalah suatu kebijaksanaan, tetapi sedikit benar orang yang berbuat demikian." (HR Baihaqy)"