Need an account?

Forgot password?
Takwil Al-Qur`an (Bab 7)
VI. Fawatihus Suwar(Pembukaan Surat)
Fawatisus suwar berarti pembukaan surat karena posisinya yang mengawali perjalanan teks-teks p-ada suatu surat. Apabila dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah dinamakan dengan ahruf muqattaah (huruf-huruf terpisah), karena posisi huruf tersebut menyendiri dan tidak bergabung membentuk suatu kalimat secara kebahasaan.
Ibnu Abi Al Asba menulis kitab yang secara mendalam membahas tentang bab ini yaitu kitab Al Khaqatir Al Sawanih fi Asrar Al Fawatih, beliau membagi bentuk pembukaan surat dalam Al-Quran dalam lima bentuk :
1. Pujian kepada Allah.
2. Huruf muqattaah, terdapat dalam 29 surat.
3. Kata seru (ahruhun nida), terdapat dalam 10 surat.
4. Kalimat berita, terdapat dalam 23 surat.
5. Sumpah, terdapat dalam 15 surat.

Pembahasan yang dilakukan para ulama menunjukkan bahwa pembukaan surat yang berbentuk huruf muqattaah sering menimbulkan kontroversi diantara mereka. Sehingga tidak heran apabila huruf-hurf muqattaah tersebut sering dikategorikan sebagai ayat-ayat mutasyabihat yang tidak seorangpun mengetahui artinya kecuali Allah. Atau bahkan disebut sebagai salah satu rahasia tuhan yang terdapat dalam Al-Quran.

VII. Qiraat dan Pengajaran Al-Quran
Dari segi bahasa kata qiraah berarti bacaan, masdar dari qaraa. Dari segi istilah, Az-Zaqrani memberikan pengertian qiraah adalah sebagai suatu mazhab yang dianut oleh seorang qari dalam membaca Al-Quran yang berbeda satu dengan yang lainnya dalam pengucapan Al-Quran serta disepakati riwayat dan sanad-sanadnya, baik perbedaan itu dalam pengucapan huruf maupun dalam pencucapan lafaznya.
Mazhab qiraah yang terkenal adalah qiraah sabah (tujuh), qiraah asyarah (sepuluh) dan qiraah arbaa asyarah (empat belas). Perbedaan ini disebabkan oleh berbedanya kapasitas intelektual dan kapasitas masing-masing sahabat dalam mengetahui cara membaca Al-Quran. Hal ini juga berkaitan dengan tulisan Al-Quran dalam mushaf Usmani yang belum diberi baris atau tanda baca apapun, sehingga bacaan Al-Quran dapat berbeda dari susunan huruf-hurufnya, terutama pada saat wilayah Islam semakin meluas dan para sahabat yang mengajarkan Al-Quran menyebar ke berbagai daerah.

Qiraah sabah (tujuh) adalah qiraah yang merujuk kepada tujuh imam yang masyhur, yaitu :
1. Ibnu Katsir dari Mekkah, yang nama lengkapnya adalah Abu Mabad Muhammad Abdullah Bin Katsir Bin umar bin Zadin Ad-Dari Al Makki (45-120 H). Belajar qiraah kepada sahabat Nabi Abu Said Bin Abdullah Bin Shaib Al Makhzumi.
2. Imam Nafi dari Isfahan (Madinah), yang nama lengkapnya adalah Abu Nuaim Nafi bin Abdurrahman bin Abu Nuaim Al Laitsi Al Isfahani Al Madani(70-169 H). Belajar qiraah kepada Zaid bin Qaqa Al Qurri Abu Jafar dan Abu Maimunah.
3. Imam Ashim bin Abi nujub bin Bahdalah Al Asadi Al Kufi (wafat 127 H). Belajar qiraah kepada Saad bin Iyasy Asy Syaibani, Abu Abdurrahman Abdullah bin habib As Salami dan Zir bin Hubaisy.
4. Imam Hamzah dari Kufah, nama lengkapnya adalahAbu Imarah Hamzah bin Habib Az Zayyat Al Fardhi Attaimi (156-216 H). Belajar qiraah kepada Imam Ashim Imam As SabiI Abu Muhammad Sulaiman bin Mahram Al Amari.
5. Imam Kuzai dari Kufah, nama lengkapnya adalah Abu Hasan Ali bin Hamzah bin Abdullah bin Fairuz Al Farizi Al Kuzai An Nahwi (119-189 H). Belajar qiraah pada imam Hamzah dan Imam Syubah bin Iyasy.
6. Imam Abu Amr dari Basrah, nama lengkapnya adalah Abu Amr Zabban bin Al Ala bin Ammar Al Basri(70-154 H). Belajar qiraah kepada Al Baghdadi dan Hasan Al Basri.
7. Imam Abu Amir dari Damaskus, nama lengkapnya adalah Abu nuaim Abu Imran Abdullah bin Amir Asy SyafiI Alyas Hubi (21-118 H). Belajar qiraah kepada Abu Darda dan Mughirah bin Syubah.
1. Qiraah Asyarah (sepuluh) adalah qiraah tujuh diatas ditambah dengan tiga imam lagi, yaitu :
8. Imam Yaqub dari Basrah, nama lengkapnya Abu Muhammad Yaqub bin Ishaq Al Basri Al Madhrami (wafat 205 H).
9. Imam Khalaf dari Kufah, nama lengkapnya Abu Muhammad Khalaf bin Hisyam bin Thalib Al Makki Al Bazzaz (wafat 229 H).
10. Imam Jafar dari Madinah, nama lengkapnya Abu Jafar Yasid bin Al Qaqa Al Makhzumi Al Madani (wafat 230 H).
Qiraah Arbaa Asyarah (empat belas) adalah qiraah sepuluh diatas ditambah empat imam lagi, yaitu :
11. Imam Hasan Al Basri
12. Imam Ibnu Mahisy
13. Imam Yahya Al Yazidi
14. Imam Asy Syambudzi.
Para ahli sejarah menyebutkan bahwa orang yang pertama kali menuliskan ilmu qiraah adalah Imam Abu Ubaid Al Qasim bin Salam (wafat 224 H). Beliau menulis sebuah kitab dengan nama Al-Qiraat yang menghimpun 25 orang perawi.
Kriteria qiraah yang diterima :
1. Sesuai dengan kaidah bahasa Arab.
2. Sesuai dengan salah satu mushaf Usmani.
3. Sanadnya sahih.
Bila salah satu syarat dari ketiga syarat diatas tidak dipenuhi maka qiraat nya dinyatakan syadz atau tidak sah dan ditolak.
Faedah perbedaan qiraah :
1. Mempermudah kabilah-kabilah yang berbeda logat / dialek, tekanan suara dan bahasanya dengan bahasa Al-Quran.
2. Membantu dalam penafsiran dan ijtihad, karena perbedaan qiraat itu bisa jadi menjelaskan apa yang mungkin masih global dalam qiraah lain. Seperti qiraah Ibnu Masud dalam surah Al Maidah ayat 38 : was-sariqqu wassariqatu faqthau aidiyahuma, dalam qiraah lain dibaca faqthau aimanahuma.
3. Menunjukkan terjaga dan terpeliharanya Al-Quran dari penyimpangan, padahal Al-Quran tersebut mempunyai banyak segi bacaan.
4. Membuktikan kemukjizatan Al-Quran, baik dari segi makna atau lafaznya.
Tajwid
Tajwidul Quran adalah ilmu yang membahas cara membaca atau mengucapkan Al-Quran dengan baik dan benar, yang meliputi tempat keluarnya (makharijul) huruf, cara berhenti (waqaf), imalah, idgam, idhar, ikfak, iqlab, tarqiq, tafkhim, dsb

Cara Cepat Menyembuhkan Luka Tautan
masih berjuang mengingat email
truk tambang biasa dan mobil dump truck gitu ternyata beda lho gan - Tautan

Today's Quote
""Diam adalah suatu kebijaksanaan, tetapi sedikit benar orang yang berbuat demikian." (HR Baihaqy)"