Need an account?

Forgot password?
Musuh-Musuh Dan Kawan-Kawan Setan
Siapa sajakah musuh-musuh setan? Secara umum, seluruh orang yang beriman kepada Allah SWT adalah musuh setan. "Wahai manusia, makanlah dari (makanan) yang baik yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sungguh setan itu musuh yang nyata bagi kamu." (QS. 2/Al-Baqoroh: 168).

Sekalipun semua orang beriman adalah musuh setan, namun ada beberapa golongan manusia yang menjadi musuh setan paling utama. Dalam suatu riwayat dikatakan, bahwa Nabi Muhammad Rosulullah saw. pernah berdialog dengan setan. "Hai setan, siapakah musuh-musuhmu?" Setan menjawab ada lima belas golongan. Mereka ialah:
  1. Nabi Muhammad saw.
  2. imam (pemimpin) yang adil.
  3. orang kaya yang rendah hati.
  4. pedagang yang jujur.
  5. orang alim yang sholatnya khusyu’
  6. orang beriman yang suka memberi nasihat.
  7. orang beriman yang pengasih.
  8. orang yang tobat dan tetap atas tobatnya.
  9. orang yang tidak mau mengerjakan yang haram.
  10. orang beriman yang senantiasa berwudhu.
  11. orang beriman yang banyak sedekah.
  12. orang beriman yang berkelakuan baik.
  13. orang beriman yang bermanfaat bagi orang banyak
  14. orang yang terus-menerus membaca Al-Qur’an dan menghafalkannya.
  15. orang beriman yang mendirikan ibadat pada malam hari
Siapa pula kawan-kawan setan? Selain memiliki musuh, setanpun mempunyai kawan yang terdiri dari 10 (sepuluh) golongan manusia, ialah:
  • hakim yang tidak adil.
  • orang kaya yang sombong.
  • pedagang yang tidak jujur.
  • peminum minuman yang memabukkan.
  • penghasut orang yang mendapatkan kebaikan.
  • orang yang beriman karena ingiri pamer.
  • orang yang memakan harta anak yatim.
  • orang yang mempermudah (mengabaikan) sholat.
  • orang yang tidak mau berzakat.
  • orang yang suka melamun.
Cara Cepat Menyembuhkan Luka Tautan
masih berjuang mengingat email
truk tambang biasa dan mobil dump truck gitu ternyata beda lho gan - Tautan

Today's Quote
""Diam adalah suatu kebijaksanaan, tetapi sedikit benar orang yang berbuat demikian." (HR Baihaqy)"