Need an account?

Forgot password?
Macam Macam Tarekat ( bag 5 )

Tarekat Syaziliyah

Pendirinya adalah Abdul Hasan Ali Asy-Syazili, seorang ulama sufi besar. Menurut silsilahnya, ia masih keturunan Hasan, putra Ali bin Abi Tholib ra. dan Fatimah binti Rosulullah saw. di Maghribi. Tentang arti kata "Syazili" pada namanya yang banyak dipertanyakan orang kepadanya, konon ia pernah menanyakan kepada Tuhan, dan Tuhan pun memberikan jawaban. "Ya Ali, Aku tidak memberimu nama Syazili, melainkan Syazz yang berarti jarang karena keistimewaanmu dalam berkhidmat kepada-Ku."

Ali Syazili terkenal sangat saleh dan alim, tutur katanya enak didengar dan mengandung kedalaman makna. Bahkan bentuk tubuh dan wajahnya, menurut orang-orang yang mengenalnya, konon mencerminkan keimanan dan keikhlasan. Sifat-sifat salehnya telah tampak sejak ia masih kecil.

Dalam jajaran sufi, Ali Syazili dianggap seorang wali yang keramat. Dalam sebuah riwayat dikisahkan, bahwa ia pernah mendatangi seorang guru untuk mempelajari suatu ilmu. Tanpa basa-basi sang guru mengatakan kepadanya, "Engkau men­dapatkan ilmu dan petunjuk beramal dariku? Ketahuilah, sesungguhnya engkau adalah salah seorang guru ilmu-ilmu tentang dunia dan ilmu-ilmu tentang akhirat yang terbesar."

Tarekat Syaziliyah merupakan tarekat yang paling mudah pengamalannya. Kepada pengikutnya hanya diharuskan:

 

  1. meninggalkan segala perbuatan maksiat.
  2. memelihara segala ibadah wajib.
  3. menunaikan ibadah-ibadah sunnah semampunya.
  4. dzikir kepada Allah SWT. Beristighfar sebanyak seratus kali sehari semalam dan dzikir-dzikir yang lain.
  5. membaca sholawat minimal seratus kali sehari semalam dan zikir-zikir yang lain.

 

Tarekat Tijaniyah

Pendirinya ialah Abdul Abbas bin Muhammad bin Muchtar At-Tijani (1737-1738), seorang ulama Algeria yang lahir di Ain Mahdi. Menurut sebuah riwayat, dari pihak bapaknya, ia masih keturunan Hasan bin Ali bin Abi Tholib ra. Keistimewaannya, adalah pada umur tujuh tahun, konon Tijani sudah hafal Al- Quran, lalu mempelajari pengetahuan Islam yang lain, sehingga ia menjadi guru dalam usia belia.

Ketika naik haji, di Madinah, Tijani berkenalan dengan Muhammad bin Abdul Karim As-Samman, pendiri tarekat Sammaniyah. Setelah itu ia mulai mempelajari ilmu-ilmu rahasia batin. Gurunya yang lain dalam bidang tarekat ini, ialah abu Samghun As-Sholasah. Dari sinilah pandangan batinnya mulai terasah. Bahkan konon dalam keadaan terjaga ia bertemu Nabi Muhammad saw. yang mengajarkan kepadanya beberapa wirid, istighfar, dan sholawat yang masing-masing harus diucapkan seratus kali dalam sehari semalam. Selain itu Nabi juga memerintahkan agar Tijani mengajarkan wirid-wirid tersebut kepada semua orang yang menghendakinya.

Cara Cepat Menyembuhkan Luka Tautan
masih berjuang mengingat email
truk tambang biasa dan mobil dump truck gitu ternyata beda lho gan - Tautan

Today's Quote
""Diam adalah suatu kebijaksanaan, tetapi sedikit benar orang yang berbuat demikian." (HR Baihaqy)"